Stroke: Faktor Penyebab, Jenis, Pencegahan, Pengobatan
stroke
stroke

Dulu penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia). Seiring dengan berjalannya waktu, kini ada kecenderungan bahwa stroke mengancam usia produktif, bahkan dibawah 45 tahun. Penyakit stroke pun ternyata bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang jabatan maupun strata sosial dalam masyarakat.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Stroke adalah suatu penyakit kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

Definisi stroke menurut World Health Organization (WHO) adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dan dapat menyebabkan kematian.

Stroke adalah serangan di otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak sehingga menyebabkan sel-sel otak tertentu kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu yang sangat singkat (Yayasan Stroke Indonesia, 2006).

Stroke atau cerebro vascular accident, merupakan penyebab invaliditas yang paling sering pada golongan umur diatas 45 tahun Di negara industri stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan keganasan (Lumbantombing, 1984). Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari, akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).

Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke biasa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.

Jenis Stroke

  1. STROKE ISKEMIK (Non Hemorrhagic Stroke) = Penyumbatan pembuluh darah ke otak.

Terjadi karena arteri tersumbat oleh :

Thrombus (bekuan darah), sering disebut dengan Stroke Trombosis.

Embolus (gumpalan lemak atau bekuan darah), disebut dengan Stroke Emboli

Dan akibatnya pasokan darah terhenti, sehingga sel/jaringan otak mati.

  1. STROKE PERDARAHAN (HEMORRHAGIC STROKE).

Terjadi karena arteri pecah –> Hemoragik Serebral :

  • Perdarahan Otak : Arteri didalam otak pecah –> darah merembes ke jaringan otak.
  • Perdarahan Subarakhnoid (perdarahan dibawah selaput otak) : Arteri diantara otak dan selaput otak pecah –> darah berkumpul di bawah selaput otak.
    Akibatnya pasokan darah berhenti dan darah merembes atau menekan jaringan otak –> sel/jaringan otak mati.
  1. SERANGAN ISKEMIK SEMENTARA (Transient Ischemic Attack = TIA)

Merupakan stroke ringan yang gejalanya berlangsung kurang dari 24jam akibat sumbatan sementara pada arteri otak.

Penyebabnya : embolus atau thrombus

Tanda dan Gejala Stroke

Tanda dan gejala penyakit stroke dapat diamati dari beberapa hal berikut :

  1. Adanya serangan defisit neurologis fokal, berupa kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
  2. Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh. Baal atau mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, terasa seperti terkena cabai, rasa terbakar.
  3. Mulut, lidah mencong bila diluruskan.
  4. Gangguan atau sulit menelan dan minum suka keselek.
  5. Bicara tidak jelas, sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai keinginan atau gangguan bicara berupa pelo, kata-katanya tidak bisa dipahami/dimengerti (afasia), bicara tidak lancar, hanya sepatah-sepatah kata yang terucap.
  6. Tidak memahami pembicaraan orang lain.
  7. Tidak mampu membaca dan menulis serta tidak memahami tulisan.
  8. Kepandaian menurun dan pelupa (dimensia).
  9. Sensitif
  10. Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik.
  11. Gangguan kesadaran.

Penyebab Stroke

Penyakit stroke disebabkan dua faktor :

  1. FAKTOR RESIKO MEDIS, yang menyebabkan atau memperparah stroke, antara lain hipertensi, kolesterol, ateroklerosis, gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (keturunan) dan migren. Menurut statistik, 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan
  2. FAKTOR RESIKO PERILAKU, diantaranya merokok (aktif / pasif), makanan tidak sehat (junk food & fast food), minum alkohol, kurang berolah raga, pemakaian kontrasepsi yang kurang tepat, obesitas,. Namun lebih dari hal tersebut, pemicu stroke pada dasarnya suasana hati seseorang yang tidak nyaman, seperti sering marah tanpa alasan yang jelas dan usia lanjut.

Menangani dan Mencegah Stroke

Diagnosis dan penanganan stroke biasanya biasanya berdasarkan pada riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik penderita stroke. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebro Vascular Disease/CVD), yaitu :

  1. Computed Tomography (CT Scan).
  2. Magnetic Resonance Imaging  (MRI).

Untuk mencegah terjadinya stroke, ada baiknya Anda memperhatikan hal sebagai berikut :

  1. Menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini, terutama menyangkut pola makan maupun gaya hidup (life style).
  2. Mengendalikan faktor-faktor resiko stroke secara optimal.
  3. Melakukan medical check up secara rutin dan berkala.
  4. Kenali tanda-tanda dini stroke, baik informasi melalui media cetak, elektronik, buku kesehatan maupun keterangan dari tenaga medis.
  5. Mengurangi rokok, berolah raga secara teratur, menjauhkan diri dari minuman beralkohol dan menghindari stres yang berlebihan.
  6. STROKE ISKEMIK (Non Hemorrhagic Stroke) = Penyumbatan pembuluh darah ke otak.

Terjadi karena arteri tersumbat oleh :

Thrombus (bekuan darah), sering disebut dengan Stroke Trombosis.

Embolus (gumpalan lemak atau bekuan darah), disebut dengan Stroke Emboli

Dan akibatnya pasokan darah terhentisehingga sel/jaringan otak mati.

Definisi stroke menurut World Health Organization (WHO) adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dan dapat menyebabkan kematian.

Stroke adalah serangan di otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak sehingga menyebabkan sel-sel otak tertentu kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu yang sangat singkat (Yayasan Stroke Indonesia, 2006).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.