Kanker Payudara

Rp 767.000,00

Paket Produk Solusi Perawatan Kanker Payudara Bertindak Secara Preventif (Upaya Pencegahan) dan Kuratif Bagi Penderita Kanker Payudara. Garansi 100%

Category:

Description

Mendengar kata KANKER PAYUDARA sudah membuat seorang wanita merasa deg degan. Bagaimana tidak? Penyakit ini banyak di derita oleh kaum hawa di Indonesia. Sesuai dengan  data Kemenkes tanggal 31 Januari 2019, ada 42,1 tingkat kanker payudara per 100.000 populasi dengan mortalitas rata – rata 17 per 100.000 populasi. Sangat ngeri bukan?

Nah, pada kesempatan kali ini pakde Eko akan berbagi tentang definisi, penyebab, cara mendeteksi, ciri – ciri dan tanda, stadium, pencegahan, cara mengatasi atau mengobati dan merawat penderita kanker payudara, dengan harapan kedepan kita semua bisa lebih waspada dengan penyakit yang pelan – pelan dapat mematikan ini.

Definisi

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas ini adalah sekumpulan sel kanker yang berkembang sangat cepat ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ini terjadi hampir pada wanita tetapi dapat pula terjadi pada seorang pria.

Penyebab

1. Gender/Jenis Kelamin.

Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis penyakit ini dibanding pria. Ini terjadi karena pengaruh hormon seks wanita, khususnya estrogen dan progestron. Pada beberapa kejadian, kedua hormon ini bertanggung jawab sebagai pemicu pertumbuhan dan pembelahan sel.

Risiko kanker payudara pada umumnya akan meningkat karena sel-sel payudara yang sering terkena paparan dua hormon ini pada saat siklus menstruasi. Dan seorang wanita yang mengalami menstruasi lebih dini sebelum usia 12 tahun, mengalami menopause setelah usia 55 tahun, dan berpayudara lebih besar berisiko tinggi terkena penyakit ini.

2. Usia.

Berdasarkan penelitian American Cancer Society, lebih dari dua pertiga kejadian kanker payudara dialami pada wanita berusia diatas 55 tahun. Sementara seperdelapan dari populasi wanita didapatkan telah menderita kanker payudara pada usia kurang dari 45 tahun.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga.
Riwayat kesehatan keluarga dalah faktor risiko lain yang berpotensi menyebabkan kanker payudara. Dalam hal ini seorang wanita lebih berisiko tinggi terkena penyakit ini jika  berhubungan darah langsung dengan seseorang yang didiagnosis menderita kanker payudara, seperti ibu, anak atau saudara perempuan.

4. Faktor Genetik.

Memorial Sloan Kettering Cancer Centre menyatakan bahwa mutasi genetik BRCA1 dan BRCA sejauh ini merupakan penyebab paling umum kanker payudara herediter.
Mutasi BRCA1 umumnya hanya mempengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, tetapi mutasi BRCA2 memiliki peran sebagai faktor risiko kanker payudara pada wanita dan pria. Gen lain yang memiliki peran dalam kanker payudara herediter adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1

5. Kelompok Etnik, Etnis atau Suku Bangsa.

Wanita Eropa dianggap lebih rentan mengidap kanker payudara. Meskipun begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang hidup yang sangat kecil untuk bertahan hidup dari penyakit ini. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kematian pada wanita orang Spanyol dan budaya Spanyol/Hispanik.

6. Faktor Gaya Hidup Yang Tidak Sehat.

Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat secara tidak langsung berkontribusi terhadap munculnya penyakit ini, seperti:

  • Tidak pernah melakukan detoksifikasi tubuh secara berkala selama hidupnya.
  • Kelebihan berat badan/kegemukan/obesitas.
  • Kurang berolahraga.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengadung karsinogen.
  • Banyak minum alkohol.
  • Wanita yang belum pernah hamil.
  • Memiliki keturunan diatas usia 35 tahun.
  • Mengkonsumsi pil KB dalam jangka waktu lama.
  • Penggunaan terapi hormon yang berlebihan

Ciri – ciri dan Tanda

Ciri -ciri yang paling umum adalah timbulnya benjolan yang abnormal dengan bentuk struktur yang keras, batas dan permukaannya tidak rata. Selain itu:

  • Perubahan ukuran, bentuk, dan penampilan payudara.
  • Perubahan bentuk pada puting.
  • Nyeri pada payudara yang tidak pernah hilang, bahkan ketika Anda telah memasuki periode menstruasi bulan berikutnya. Walaupun ada juga yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudara penderita.
  • Puting mengeluarkan cairan bening, coklat, atau kuning.
  • Puting tiba-tiba berubah merah dan bengkak tanpa mengetahui penyebabnya.
  • Pembengkakan di sekitar ketiak yang terjadi karena pembesaran kelenjar getah bening di area tersebut.
  • Vena terlihat di payudara, akibatnya vena di payudara terlihat jelas.
  • Pada stadium lanjut mulai muncul kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit kemerahan), kadang kulit menjadi tertahan seperti lesung karena tertarik oleh benjolan.

Stadium

Stadium 0/Nol.

  • Sudah ada sel kanker dan telah berkembang walau hanya di saluran payudara saja.
  • Belum terjadi metastatis atau penyebaran sel kanker

Stadium I/Awal.

  • Masuk dalam kategori kanker payudara stadium awal.
  • Sel kanker sudah mulai tumbuh dan membesar.
  • Belum terjadi metastatis dengan ukuran kurang dari 5 cm.

Stadium II.

Sel kanker mulai tumbuh dan berkembang.

  • Pada stadium II A, ukuran kanker tidak lebih dari 2 cm, namun sudah menyebar sampai pada kelenjar limfa yang berada di ketiak.
  • Pada stadium II B, ukuran kanker lebih dari 5 cm, sel kanker belum tersebar ke kelenjar yang berada di bawah ketiak.

Stadium III.

  • Stadium III A, sel kanker telah menyebar ke bagian lain dari jaringan tubuh.
  • Stadium III B, pertumbuhan sel kanker telah mencapai pada permukaan kulit dan kelenjar getah bening yang berada dalam payudara.

Stadium IV.

Karakteristik kanker payudara stadium IV adalah berkembangnya sel kanker dengan begitu cepatnya dan semakin menyebar ke bagian organ tubuh lain.

Pencegahan 

1. Memeriksa Payudara Sendiri.

SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri adalah suatu cara memeriksa payudara sendiri untuk mengetahui apakah ada benjolan yang tidak normal di area payudara.

SADARI yang dilakukan secara teratur akan membantu mengenali tekstur jaringan payudara yang normal, sehingga jika merasakan sesuatu yang tidak biasa pada payudara dapat segera berkonsultasi dengan dokter. Biasakanlah untuk memeriksa payudara sendiri setiap bulan, sehingga dengan mudah dapat mendeteksi karakteristik benjolan kanker payudara.

2. Melakukan Mammografi.

Mamografi merupakan suatu cara pemindaian gambar dengan menggunakan x-ray ukuran rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis ada tidaknya kanker payudara pada seseorang.

3. Melakukan Pola Gaya Hidup Sehat.

  • Melakukan detoksifikasi tubuh secara berkala setahun dua kali.
  • Berusaha mendapatkan berat badan ideal.
  • Rajin berolahraga.
  • Cukup istirahat.
  • Pola makan seimbang.
  • Membatasi mengkonsumsi alkohol.
  • Membatasi terapi hormon setelah menopause.

Pengobatan dan Perawatan

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan kanker payudara di antaranya:

1. Pembedahan.

  • Bedah konservatif, dengan mengambil sel kanker dan kelenjar getah bening yang ada didalamnya.
  • Mastektomi total atau sederhana, yaitu mengangkat seluruh jaringan payudara yang terkena kanker.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), pembedahan dengan menghilangkan semua bagian payudara dan kelenjar getah bening di bawah ketiak, tetapi otot-otot dada umumnya tetap dipertahankan.

2. Terapi Radiasi.

  • Terapi radiasi dengan menggunakan sinar-X berkekuatan tinggi yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan dapat mengurangi risiko terjadinya kekambuhan kembali.
  • Secara umumnya dipergunakan dalam penghancuran sel yang melewati operasi.
  • Diberikan secara berkelanjutan kepada penderita yang memiliki risiko tinggi kanker payudara setelah melakukan mastektomi.

3. Kemoterapi.

  • Terapi kanker dengan menggunakan obat-obatan kimia dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Dilakukan pra pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum dioperasi.
  • Dilakukan setelah operasi agar sel kanker tidak tumbuh kembali.

Solusi Alternatif Pengobatan dan Perawatan Kanker Payudara 

1. Noni Plus

Senyawa-senyawa fitokimia dalam buah noni memiliki khasiat untuk pencegahan berbagai penyakit, merangsang respons pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak dan menghambat pertumbuhan tumor, kaya akan kandungan antioksidan.

  • Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Defisiensi daya tahan tubuh: penyakit viru Epstein-Barr, candidiasis kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES = altered energy syndrome).
  • Membantu meningkatkan energi dan stamina tubuh.
  • Membantu meningkatkan kesehatan emosi dan mental, memperbaiki suasana hati dan ketenangan.

Cara Pemakaian :

  • Kocok dahulu sebelum digunakan.
  • Minum 30 ml , satu atau dua kali sehari.
  • Simpan dalam kulkas setelah dibuka.

2. Spirulina

Spirulina adalah makanan hijau alami yang diperoleh dari ganggang biru-hijau yang tumbuh di perairan hangat dan alkali di seluruh dunia. Jika dipanen dengan baik dari perairan yang tidak tercemar, spirulina adalah sumber nutrisi yang paling potensial dari semua sumber nutrisi yang tersedia di dunia.

Spirulina dapat mengatasi berbagai penyakit. Kandungan protein yang disebutkan lebih tinggi dari daging ini juga dapat memenuhi nutrisi harian kita dan menjaga tubuh tetap sehat.

  • Membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kanker
  • Sebagai suplemen protein.
  • Melindungi terhadap alergi dan reaksi alergi.
  • Mencegah infeksi.

Cara Pemakaian :

  • Dua kapsul dikonsumsi 3 kali sebelum atau sesudah makan.

FAQ

T : apakah Noni Plus dan Spirulina berfungsi sebagai obat penyembuh kanker payudara?

J : Noni Plus dan Spirulina bertindak secara preventif (upaya pencegahan) bagi penderita kanker payudara dan bertindak secara kuratif bagi penderita kanker payudara yang telah melakukan pembedahan, pada saat terapi radiasi dan pada saat kemoterapi.

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.