Penyakit Jantung: Jenis Gangguan, Faktor Penyebab, Penanganan
Penyakit Jantung
Penyakit Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, yang bertugas mengalirkan nutrisi dan oksigen keseluruh tubuh. Ukuran jantung hanya segenggam tangan kiri kita, tetapi tugasnya sangat berat, karena harus memompakan aliran darah ke seluruh pembuluh darah, bahkan dalam satu hari harus memompakan aliran darah sebanyak 7.000 liter dalam 100.800 kali. Karena itu jantung perlu disayang dan dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Patut diketahui, penyakit jantung terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah. Pembuluh darah ibarat saluran air, jika kotoran menumpuk, aliran air akan mampet dan terjadi penyumbatan. Pada pembuluh darah, “kotoran” berupa lemak (terutama kolesterol dan trigliserida) dapat menyumbat darah. Itu sebabnya kolesterol kerap disebut sebagai “biang keladi” penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya.

Serangan atau penyakit  jantung seringkali mengakibatkan kematian, sering disebut sebagai salah satu the silent killer. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Maka untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteri (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan bagi sel-sel jantung. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut ateroklerosis dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.

Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat.

Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki dan persendian.

Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat.

Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki dan persendian.

TANDA AWAL PENYAKIT JANTUNG

  1. Rasa nyeri di belakang tulang dada atau dada sesak seperti diremas-remas, terutama sehabis lari atau naik tangga.
  1. Di tengah dada tertekan selam 30 detik sampai 5 menit, sesak nafas dan serasa tercekik sewaktu melakukan aktivitas fisik atau ketika sedang dalam proses berbaring pada malam hari.
  2. Terasa nyeri dari bahu tangan kiri sampai ke jari kaki.
  3. Cepat mengalami kelelahan atau kepenatan selama beraktivitas.
  4. Palpitasi (berdebar-debar). Maksudnya, denyut jantung  sangat kuat, sangat cepat, tidak teratur atau tidak sebagaimana biasanya. Ini akibat irama jantung tidak normal.

GEJALA LANJUTAN  PENYAKIT JANTUNG

  1. Panas di dada.
  2. Sakit di ulu hati  sampai ke rahang.
  3. Keluhan sesak nafas saat beristirahat.
  4. Kepala terasa melayang atau sempoyongan.
  5. Muncul keringat dingin, mual, muntah, bahkan sampai pingsan.

FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG

Berikut adalah dua belas faktor risiko penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Empat faktor pertama tidak dapat Anda kendalikan, sementara delapan sisanya dapat Anda kendalikan.

  1. Umur

Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 65 tahun ke atas. Wanita lansia lebih berisiko meninggal karena serangan jantung dalam beberapa minggu setelah serangan dibandingkan laki-laki.

  1. Laki-laki

Laki-laki lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan perempuan dan mengalaminya pada usia yang lebih muda. Setelah menopause, angka kematian wanita karena serangan jantung meningkat, tetapi tetap tidak setajam peningkatan pada laki-laki.

  1. Riwayat keluarga

Mereka yang memiliki riwayat keluarga atau saudara dekat berpenyakit jantung cenderung lebih berisiko mengidapnya.

  1. Ras

Suku bangsa tertentu memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan lainnya. Ras kulit hitam, mexico, India, dan Asia memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada ras kulit putih.

  1. Merokok

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dua hingga empat kali lipat.

Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh arteri koroner, maka Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis. Merokok meningkatkan risiko trombosis hingga beberapa kali lipat.

  1. Kolesterol tinggi

Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (“kolesterol jahat”) tinggi dan HDL (“kolesterol baik”) yang rendah.

  1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung, membuat jantung menebal dan kaku, dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung. Ketika tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas, merokok, kolesterol tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat.

  1. Gaya hidup kurang gerak

Kurang bergerak badan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

  1. Obesitas / Kegemukan

Orang yang kegemukan (lebih dari 20% berat badan ideal) cenderung berisiko penyakit jantung dan stroke, bahkan bila mereka tidak memiliki faktor risiko lainnya.

  1. Diabetes

Memiliki diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sekitar tiga perempat orang dengan diabetes meninggal karena jenis penyakit jantung atau pembuluh darah.

  1. Stres dan Kemarahan

Stres dan kemarahan yang tidak terkendali dengan baik dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

  1. Minum alkohol

Banyak meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gagal jantung dan stroke. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan trigliserida, penyakit kanker, dan menyebabkan detak jantung tidak beraturan.

Sumber: American Health Association

JENIS GANGGUAN JANTUNG

Gangguan jantung banyak sekali macamnya. Para penderitanya juga seringkali terkena lebih dari satu gangguan (komplikasi). Berikut adalah beberapa jenis gangguan jantung yang perlu Anda diketahui. Daftar ini hanyalah sebagian dari belasan jenis gangguan jantung lain yang dapat mengancam kita.

  1. Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena endapan plak (lemak, kolesterol dan buangan sel lainnya) sehingga menghambat dan menyumbat pasokan darah ke sel-sel otot. Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner (coronary artery disease) atau penyakit jantung iskemik.

Aterosklerosis berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan penyakit. Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pada dinding pembuluh darah, terutama karena adanya tekanan kuat pada pembuluh jantung. Pada tahap berikutnya, tubuh berusaha memulihkan diri dengan menempatkan zat-zat lemak ke dalam pembuluh darah untuk menutup keretakan. Lambat laun, karena proses peretakan dan penutupan yang berulang, zat-zat lemak itu bisa menutup pembuluh jantung.

Salah satu gejala aterosklerosis jantung adalah angina pektoris, yaitu rasa nyeri/tidak enak di daerah jantung dan dada karena berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Angina bisa terjadi baik saat beraktivitas fisik maupun beristirahat. Bila berlanjut, angina bisa berkembang menjadi infark miokard akut yang berbahaya

  1. Infark Miokard Akut.

Infark miokard adalah kematian otot jantung karena penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung yang tidak tersuplai darah akan mengalami kerusakan atau kematian mendadak.

  1. Kardiomiopati.

Kardiomiopati adalah kerusakan/gangguan otot jantung sehingga menyebabkan dinding-dinding jantung tidak bergerak sempurna dalam menyedot dan memompa darah. Penderita kardiomiopati seringkali berisiko terkena arritmia dan gagal jantung mendadak. Kardiomiopati masih dibagi lagi jenisnya menjadi kardiomipati kongestif, hipertrofik, restriktif dan peripartum.

  1. Arritmia.

Arritmia berarti irama jantung tidak normal, yang bisa disebabkan oleh gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung ringan maupun berat.

  1. Gagal Jantung Kongestif.

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Jantung dikatakan gagal bukan karena berhenti bekerja, namun karena tidak memompa sekuat yang seharusnya. Sebagai dampaknya, darah bisa berbalik ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

  1. Fibrilasi Atrial.

Fibrilasi atrial  adalah gangguan ritme listik jantung yang mengganggu atrial. Gangguan impuls listrik ini menyebabkan kontraksi otot jantung tidak beraturan dan memompa darah secara tidak efisien. Akibatnya, atrium jantung tidak sepenuhnya mengosongkan darah menuju ke serambi (ventrikel). Fibrilasi atrial biasanya terkait dengan banyak gangguan jantung lainnya, termasuk kardiomiopati, koroner, hipertropi ventrikel, dll. Hipertiroid dan keracunan alkohol juga bisa menyebabkan fibrilasi atrial.

  1. Inflamasi Jantung.

Inflamasi jantung dapat terjadi pada dinding jantung (miokarditis), selaput yang menyelimuti jantung (perikarditis), atau bagian dalam (endokarditis). Inflamasi jantung dapat disebabkan oleh racun maupun infeksi.

  1. Penyakit Jantung Rematik.

Penyakit jantung rematik adalah kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.

  1. Kelainan Katup Jantung.

Katup jantung berfungsi mengendalikan arah aliran darah dalam jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut, antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgiasi), atau tidak menutup sempurna (prolapsis). Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi dan efek samping pengobatan.

MENANGANI dan MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

Untuk mendiagnosis penyakit jantung, perlu pemeriksaan elektrodiogram (EKG), uji latih jantung menggunakan treadmill, ekokardiogram (USG jantung) dan holter monitoring.

Saat ini sudah tersedia pula teknik diagnosis tanpa perlukaan (non invasif) dengan menggunakan multi slice computed tomography (MSCT-Scan) dan magnetic resonance (MRI) jantung.

Selain itu pasien harus melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) secara rutin dan berkala.

  1. Menerapkan pola makan sehat. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau kolesterol tinggi. Konsumsilah makanan yang diolah dengan dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang, yang rendah atau tanpa lemak, misalnya susu, keju dan mentega. Selain itu hindari pula makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Menerapkan pola makan sehat juga berarti makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan.
  2. Berhenti merokok.
  3. Hindari stress berat.
  4. Idealkan berat badan.
  5. Olah raga secara teratur.
  6. Istirahat secara teratur.
  7. Konsumsi antioksidan, sebagai anti radikal bebas.
  8. Penanganan terakhir penderita penyakit jantung  yang sangat parah biasanya dengan melakukan  operasi pemasangan ring di pembuluh darah yang mengalami penyumbatan darah. Biayanya sangat mahal, hingga berkisar sampai 150 juta – 350 juta, tergantung kualitas dan kuantitas ring yang di pasang di pembuluh darah. Atau melakukan operasi penyambungan arteri dengan  mengambil arteri dari organ tubuh yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.