5 Penyakit Yang Akan Menjadi Sahabat Penderita Obesitas

5 Penyakit Yang Akan Menjadi Sahabat Penderita Obesitas

  1. Diabetes.

Beberapa ahli menyatakan bahwa lingkar perut yang memiliki ukuran lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm untuk wanita, cenderung memiliki faktor risiko tinggi penyakit diabetes atau di indonesia lebih dikenal dengan kencing manis.

Ketika lingkar perut Anda besar, tentu saja isinya adalah lemak. Ada 2 lemak yang ada di bawah kulit, yaitu:

  • Lemak Subkutan (Subcutaneous Fat), lemak dibawah kulit yang tidak berbahaya, dan
  • Lemak Viseral (Visceral Fat), lemak yang ada di dalam organ tubuh yang sangat berbahaya.

Mungkin bagi Anda yang mengalami obesitas banyak yang berpikir memilih jalan instan untuk mengurangi lemak tubuh yaitu dengan sedot lemak. Yang perlu kita ketahui bersama, sedot lemak yang dilakukan sampai saat ini adalah sedot lemak pada lemak subkutan, dan itu tidak berbahaya.

Yang berbahaya adalah lemak di dalam organ tubuh, karena lemak tersebut tidak bisa disedot dengan cara apapun. Karena sampai saat ini belum diketemukan cara menyedot lemak di organ jantung, hati, pembuluh darah dan organ dalam lainnya.

Dan pada orang obesitas, sensitifitas insulin juga semakin berkurang.

  1. Hipertensi dan Penyakit Jantung Koroner.

Ketika lemak bertambah didalam tubuh, akan menambah lemak pula di dalam pembuluh darah. Bisa kita bayangkan jika pembuluh darah yang seperti selang tertutup lemak didalamnya. Semakin banyak pembuluh darah yang tertutup oleh lemak akan mengakibatkan tekanan darah menjadi naik dan dapat berpengaruh terhadap kinerja organ jantung. Lama kelamaan jantung akan kelelahan, jika terjadi penyumbatan di pembuluh darah jantung maka akan terjadi yang namanya PJK (Penyakit Jantung Koroner).

  1. Mengganggu Persendian.

Bahasa medis yang sering kita jumpai dengan terganggunya persendian adalah Osteoarthritis.

Ketika berat badan berlebih/obesitas, hal ini akan membebani kerja sendi. Mengapa paling sering terjadi di lutut? Karena tumpuan ketika berdiri adalah lutut dan pergelangan kaki. Obat anti nyeri sendi hanya memberikan efek pereda nyeri sementara. Jadi yang perlu diperbaiki adalah berat badan yang segera diturunkan sesuai dengan berat badan ideal. Dengan menurunkan berat badan telah mengurangi risiko kerusakan sendi.

  1. Saraf Terjepit atau HNP (Hernia Nucleus Pulposus).

Kebanyakan orang menyebutnya dengan saraf kejepit yang sering terjadi pada tulang punggung belakang. Hal ini juga bisa terjadi pada mereka dengan berat badan yang normal pada saat salah dalam posisi mengangkat barang, olahraga atau kegiatan lainnya.

Mereka yang mengalami obesitas memiliki faktor risiko lebih besar untuk terkena penyakit ini. Apalagi bagi mereka yang kerjanya lebih banyak duduk, di depan laptop atau di depan komputer.

  1. Mendengkur/Ngorok.

Obesitas dapat meningkatkan risiko mendengkur lebih keras dengan frekuensi yang lebih panjang. Mendengur/ngorok sebenarnya tidak masalah, namun yang perlu diwaspadai adalah jika terjadi sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang berpotensi serius ketika napas berhenti dan berlanjut berulang kali, ini dapat berbahaya bagi penderita penyakit jantung yang dapat mengakibatkan kematian mendadak.

Bagi Anda yang mengalami obesitas, segera turunkan berat badan Anda. Jika tubuh Anda diibaratkan mesin, dengan tubuh dan beban yang terlalu berat, mesin bekerja terlalu over dan bekerja di luar batas wajarnya.

Semoga bermanfaat dan salam sehat untuk kita semua!

Item added to cart.
0 items - Rp 0,00